Alasan Independent Power Producer Kerap Bermasalah

 independent power producer

Independent Power Producer merupakan salah satu usaha pembangkit listrik yang dimiliki oleh pihak swasta yang kemudian dijual kepada perusahaan listrik milik negara (PLN). Pemerintah Indonesia sendiri mulai memanfaatkan tenaga listrik yang disediakan dari luar sejak 1992. Didasari oleh UU No. 15 tahun 1985 yang dikuatkan oleh Kepres No. 37 tahun 1992. Keterbatasan pemerintah (PLN) dalam mencukupi kebutuhan listrik masyarakat membuat sisa kebutuhan diambil dari pihak swasta.

Sayangnya beberapa tahun awal diberlakukannya kerja sama ketenagalistrikan dengan pihak luar kerap mengalami permasalahan. Salah satunya dari permsalahan dana, sehingga beberapa IPP tidak jadi disepakati. Masalah pendanaan ini mencakup:

  1. Developer umumnya tidak menghendaki adanya pengeluaran biaya di awal kesepakatan sehingga pihak bank sulit memberikan pinjaman dana.
  2. Biaya yang dibutuhkan untuk proyek besar berbasis listrik terbilang sangat besar.
  3. Adanya krisis mata uang asing yang juga beerdampak pada pembatalan kerjasama dengan pihak luar.

Adanya perjanjian jual beli di bidang tenaga listrik oleh PLN memungkinkan terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan listrik. Listrik menjadi sebuah kebutuhan pokok yang membuat pekerjaan sehari-hari semakin cepat dan praktis. Hal ini tidak mengherankan mengingat banyak peralatan yang menggunakan tenaga listrik sehingga setiap kebutuhan bisa dipenuhi dengan mudah sekaligus cepat. Namun hal tersebut juga berdampak pada pemborosan energi listrik yang dimiliki negara, sehingga perlu melakukan perjanjian Independent Power Producer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *