Dampak Biopori Bagi Kelestarian Lingkungan

biopori

Biopori yang dibuat dalam jumlah yang banyak dipercaya bisa menjadi salah satu pengurai terjadinya banjir di saat musim hujan. Bayangkan saja dengan lubang resapan yang diameternya hanya 10cm ini dan dengan dalam 1 meter saja dapat memiliki luas penyerapan air hingga 3.200 cm persegi lebih. Sementara tanpa lubang resapan ini atau permukaan tanah dengan diameter yang sama hanya dapat menyerap hingga 78 cm persegi. Perbedaan ini tentu sangat signifikan dan memiliki pengaruh yang besar terhadap kesuburan tanah dan kelestarian lingkungan.

Salah satu penyebab banjir adalah karena daya serap tanah yang berkurang karena banyaknya lahan terbuka hijau yang sudah dialihfungsikan menjadi perumahan ataupun lahan pekerasan lain. Disaat yang lain curah hujan tidak berkurang. Karenanya kita tidak bisa menyalahkan pertumbuhan akan kebutuhan lahan ini, namun yang dapat kita lakukan adalah mencari solusi bersama guna mengembalikan kemapuan daya serap tanah terhadap air. Dan biopori bisa menjadi salah satu solusi tersebut.

Selain untuk menyerap air lubang yang kecil ini juga mampu menyuburkan tanah. Pasalnya di dalam lubang itu juga ditimbun sampah organik yang dapat bertransformasi menjadi pupuk kompos yang dapat menambah unsur hara tanah. Sehingga aktivitas organisme dan mikroorganisme tanah pun meningkat. Begitu banyak keunggulan yang dimiliki oleh metode lubang resapan yang dibuat dengan cara sederhana ini. jika saja kita mulai melakukannya sekarang di rumah kita sendiri dan kemudian menyebar ke lingkungan kita, maka mudah-mudahan lingkungan kita akan tetap terjaga kelestariannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *